Semoga kita bisa belajar dan tumbuh bersama untuk menjadi Manusia Indonesia Yang Seutuhnya.
Ingat !!!
Manusia dan Orang, dua hal yang berbeda
Manusia
adalah seseorang yang telah memiliki kesadaran murni tentang Ketuhanan (Velue),
sedangkan Orang adalah identitas, yang berfungsi untuk membedakan sesame makhuk
Tuhan (Cangkang).
Lalu seperti apa aslinya wujud Manusia Indonesia Yang Seutuhnya? Sebagaimana yang diharapkan oleh para pendiri Negara? Ia adalah seseorang yang telah sampai pada pemahaman jati dirinya hingga ia memahami jati diri bangsanya. Inilah wujud Manusia Indonesia yang bakal membawa Indonesia emas dikemudian hari, BUKAN Indonesia CEMAS!
Kemudia, yang dimaksud JATI DIRI itu apa si?
Jati Diri adalah Kesadaran murni terdalam akan esensi dan hakekat manusia sebagai hamba yang telah nyawiji dan manunggal dengan sang Gusti. "Man arofa nafsahu faqad arafa rabbahu" artinya : Barang siapa mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.
Manusia yang telah sampai pada pemahaman JATI DIRI ia bisa mengerti tentang :
- Aku Satu : Aku adalah Dia
- Aku Dua : Sang Kesadaran
- Aku Tiga : Jiwa ( Pikiran + Perasaan + Emosi ) – yang membentuk Kepribadian
- Aku Empat : Tubuh Fisik / Jasad
Dan proses untuk menemukan kesejatian diri atau jati diri adalah proses perjalanan dan pembelajaran (RAB) hidup serta kehidupan. (tarekot / torekoh / perjalan pencarian ketuhanan). Yang memerlukan waktu cukup panjang hingga ia mengerti bahwa : Saat aku mencariMu, Aku menemukan Sang Aku (Awaluddin Ma'rifatullah : Awal agama adalah mengenal Allah). Tetapi ketika aku mencari tau siapa AKU, aku menemukanMu ("Man arofa nafsahu faqad arafa rabbahu" artinya : Barang siapa mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.
Konsep dasar pendirikan JATI DIRI mesti dimulai dari pengetahuan tentang : Sadar Diri, Tau Diri, Kenal Diri, Mengenal Diri hingga sampai pada pemahaman JATI DIRI. So…, bagaimana kita akan sampai pada titik pemahaman JATI DIRI jika kita belum mengerti apa itu Sadar Diri atau apa itu Kesadaran?
Manusia yang
telah sampai pada makom Kesadaran Diri, ia paham tentang :
- Mengapa kita dilahirkan didunia/dimuka bumi? (Khalifatullah fil ardh)
- Untuk apa kita hidup? (memayu hayuning bawono, hambrasto dhur hankoro)
- Dan kemana kita hendak kembali? (Wa inna ilaihi rojiun)
Inilah salah satu alasan mengapa sila pertama dasar Negara kita adalah “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sebab para leluhur dan pendiri Negara waktu itu, sangat-sangat berharap agar seluruh penduduk Indonesia BERKETUHANAN. Jika konsep berketuhanan seluruh warga Negara ini benar, maka kemusiaan, persatuan, permusyawaran dan keadilan sosial dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara akan semakin tertata, menuju Negara yang Maju dan Sejahtera.
Kesimpulannya adalah : Manusia Indonesia Yang Seutuhnya adalah Seseorang yang telah memiliki kesadaran murni tentang Ketuhanan hingga ia mengerti esensi jati dirinya dan jati diri Bangsanya.
Jati Diri adalah Kesadaran murni terdalam akan esensi dan hakekat manusia sebagai hamba yang telah nyawiji dan manunggal dengan sang Gusti.
Jati diri Bangsa adalah sebuah kesadaran bahwa dalam bernegara kita tidak hidup hanya dengan satu suku dan satu agama. Tetapi kita hidup bersuku-suku dan lintas agama bahkan lintas bangsa. Maka Semboyan nenek moyang kita adalah : BHINNEKA TUNGGAL IKA, TAN HANA DHARMA MANGRWA – Walaupun kita Bebeda-beda sukum bangsa dan agama, tetapi kita SATU INDONESIA. Dan tiada kebenaran yang mutlak / hakiki / absolut, melaikan kebenaran Tuhan.
Dan ciri Kesejatian Bangsa Nusantara sejak ribuah tahun yang lalu bahkan sejak jauh sebelum tahun masehi adalah WISDOM. Wisdom artinya kebijaksanaan, kearifan, atau hikmat, yaitu kemampuan mendalam untuk memahami, menilai, dan menerapkan pengetahuan serta pengalaman hidup untuk membuat keputusan yang baik, menciptakan keharmonisan, dan bertindak sesuai dengan pemahaman tersebut dalam berbagai situasi. Ini melibatkan penggunaan akal budi, perasaan, dan perilaku secara terintegrasi, serta evaluasi diri yang terus menerus.
Esensi atau RUH konsep Manusia Indonesia inilah yang semestinya dijadikan sebagai landasan pembuatan KURIKULUM Pendidikan Nasional kita kedepan. Baik dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMU hingga Kuliah.
- PAUD hingga SD kelas 3 : Instalasi Pengetahuan tentang SADAR DIRI
- SD Kelas 4 hingga SMP : Instalasi Pengetahuan tentang TAU DIRI
- SMU : Instalasi Pengetahuan tentang KENAL DIRI
- Kuliah : Instalasi Pengetahuan tentang MENGENAL DIRI
- Kehidupan Lanjut : adalah Kesejatian Diri
Salam WARAS
dan Aja klalen MADYANG !!!
Wahono

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah meninggalkan jejak dilapak ane, tunggulah kunjungan balik ane ke lapak agan-agan semua.. Salam Rahayu dan Salam waras. Wahono Secret