Cari artikel lain

banner

Postingan Populer

17 Agustus 2025

Mendalami Hakekat Makna kata “MERDEKA”


Tepat sehari setelah HUT RI yang ke-80, saya baru bisa hadir didepan computer dengan niat untuk menulis, membedah dan mulai mengurai poin-poin penting dari seuah kata “MERDEKA”.

Pertama :
Mari kita tinjau arti kata Merdeka secara Etymology / Bahasa

Merdeka adalah ; Bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya), berdiri sendiri, tidak terkena atau lepas dari tuntutan, dan tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu.

Kedua :
Mari kita tinjau arti kata merdeka secara Hakekat / Makna
Merdeka adalah ; Terbebasnya jiwa dari penjajahan keinginan dan masalah hidup. 

Tentang Keinginan Hidup

Bahwa tidak semua keinginan kita terwujud. Tetapi secara realita semua kebutuhan hidup kita, Tuhan pasti akan memenuhinya. Inilah bentuk tanggungjawab Tuhan atas asmaNya, yakni ; Kholik / pencipta ; Dzat yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan. 

Pertanyaannya adalah ;
Bagaimana agar kita bisa melepaskan diri dari penjajahan keinginan?

Salah satu penyanyi legendaris Indonesia yakni ; Bung Iwan Fals, pernah menulis syair dalam lagunya, bahwa ; “Keinginan adalah sumber penderitaan…” so, jika kita tidak ingin menderita dalam hidup, pastikan kurangi keinginan demi keinginan, sedikit demi sedikit. Dan mulailah menerima realita hidup, setahap demi setahap. 

Mengapa belajar menerima realita hidup ini penting?

Sebab salah satu sifat Tuhan yang pertama adalah ; Wujud. Wujud artinya ; Allah itu ada dengan sendirinya. Keberadaan Allah tidak bergantung pada apapun dan tidak bisa dihilangkan oleh apapun. Sifat wujud ini menunjukkan bahwa Allah ada sebagai dzat yang berdiri sendiri, bukan karena diciptakan atau ada yang menciptakan-Nya. 

Persis sama halnya dengan realita/kenyataan. Sekalipun sebuah kenyataan sering erat dengan hukum sebab akibat. Realita itu nyata dan otentik. Berani menerima realita hidup, sejatinya ia sedang menerima realita keberadaan Tuhan, sebagaimana sifat Tuhan yang pertama yakni ; wujud. 

Semakin kita belajar untuk bisa menerima realita hidup/kenyataan, secara otomatis beban penderitaan ini terkurangi dengan sendirinya. Dada ini mulai terasa longgar alias tidak terasa sesak lagi. Inilah yang sering kita sebut dengan pintu KESADARAN. 

Melawan realitas atau semakin melawan realita hidup sama dengan mempertahankan dan memperjuangkan ego. Hasilnya pasti semakin menderita. Dan penderitaan yang tak berkesudahan karena melawan realita hidup itulah yang disebut NAR/neraka (menjauh). Menjauh dari realita hidup juga sama dengan menjauhi realita keberadaan Tuhan. 

Tentang Masalah Hidup

Segala sesuatu yang berada diluar diri kita sejatinya semua NETRAL. Yang menjadikan ia negatif (masalah) atau positif (anugrah) adalah respon kita. Persoalannya adalah ketika sesuatu itu hadir dan mendistraksi diri kita, kita lebih memilih REAKTIF ketimbang RESPONSIF. Inilah salah satu problem besar masyarakat kita pada saat ini. 

Kita tidak akan pernah sampai pada pintu gerbang kemerdekaan sejati, jika dalam realita hidup, kita selalu dalam keadaan reaktif. Lalu apa si yang dimaksud dengan reaktif? Reaktif adalah kebiasaan bertindak/berbuat terlebih dahulu baru berfikir kemudian. 

Sementara bangsa ini membutuhkan “responsive/RESPON” kita, atas segala problematika yang ada. Berfikir terlebih dahulu baru bertindak atas masalah yang hadir. Tak terkecuali hal-hal yang bersifat pribadi dalam hidup dan kehidupan. Dan ini belum menjadi sebuah kebiasaan dalam masyarakat.

Kesimpulan :

Berani belajar untuk menerima realita hidup dan berani untuk merespon masalah hidup menjadi sebuah anugrah akan menghantarkan kita pada pintu gerbang sejatinya kata “MERDEKA”. Dan merdeka itulah salah satu RUH Islam. 

Islam itu artinya Damai. Damai lebih dari sekedar kata bahagia dan sejahtera serta merdeka. Dan bahagia, sejahtera serta merdeka itu kondisi peace of mind and heart. Bagaimana kita bisa sampai dalam kondisi yang damai baik pikiran maupun perasaan? Jawabannya ada satu kata, yakni ; bersedia/pasrah (wustho). Orang yang sudah mengerti betul tentang hidup dan kehidupan (mikro kosmos dan makro kosmos) yang hadir hanyalah rasa damai yang tak berkesudahan. Itulah yang dimaksud oleh orang barat dengan kata WISDOM and HEAVEN (kedamaian dan syurga). 

Jadi orang yang telah belajar dari kehidupan dan semesta, serta telah mengerti (understand not knowledge) islam secara kaffah/menyeluruh-lah yang akan sampai pada maksud bahwa islam/damai itu rahmat bagi seluruh semesta alam. Tidak ada agama yang paling benar kecuali mereka yang telah beragama dengan menyeluruh (islam kaffah). Bagimu agamamu dan bagiku kamu saudaraku. 

Selamat datang dipintu gerbang kemerdekaan yang sejati.
Banjarnegara, 18 Agustus 2025
Wahono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah meninggalkan jejak dilapak ane, tunggulah kunjungan balik ane ke lapak agan-agan semua.. Salam Rahayu dan Salam waras. Wahono Secret