Tepat sehari setelah HUT RI yang ke-80, saya baru bisa hadir didepan computer dengan niat untuk menulis, membedah dan mulai mengurai poin-poin penting dari seuah kata “MERDEKA”.
Pertama :
Mari kita tinjau arti kata Merdeka secara Etymology / Bahasa
Kedua :
Mari kita tinjau arti kata merdeka secara Hakekat / Makna
Merdeka adalah ; Terbebasnya jiwa dari penjajahan keinginan dan masalah hidup.
Tentang Keinginan Hidup
Pertanyaannya adalah ;
Bagaimana agar kita bisa melepaskan diri dari penjajahan keinginan?
Mengapa belajar menerima realita hidup ini penting?
Persis sama halnya dengan realita/kenyataan. Sekalipun sebuah kenyataan sering erat dengan hukum sebab akibat. Realita itu nyata dan otentik. Berani menerima realita hidup, sejatinya ia sedang menerima realita keberadaan Tuhan, sebagaimana sifat Tuhan yang pertama yakni ; wujud.
Semakin kita belajar untuk bisa menerima realita hidup/kenyataan, secara otomatis beban penderitaan ini terkurangi dengan sendirinya. Dada ini mulai terasa longgar alias tidak terasa sesak lagi. Inilah yang sering kita sebut dengan pintu KESADARAN.
Melawan realitas atau semakin melawan realita hidup sama dengan mempertahankan dan memperjuangkan ego. Hasilnya pasti semakin menderita. Dan penderitaan yang tak berkesudahan karena melawan realita hidup itulah yang disebut NAR/neraka (menjauh). Menjauh dari realita hidup juga sama dengan menjauhi realita keberadaan Tuhan.
Tentang Masalah Hidup
Kita tidak akan pernah sampai pada pintu gerbang kemerdekaan sejati, jika dalam realita hidup, kita selalu dalam keadaan reaktif. Lalu apa si yang dimaksud dengan reaktif? Reaktif adalah kebiasaan bertindak/berbuat terlebih dahulu baru berfikir kemudian.
Sementara bangsa ini membutuhkan “responsive/RESPON” kita, atas segala problematika yang ada. Berfikir terlebih dahulu baru bertindak atas masalah yang hadir. Tak terkecuali hal-hal yang bersifat pribadi dalam hidup dan kehidupan. Dan ini belum menjadi sebuah kebiasaan dalam masyarakat.
Kesimpulan :
Islam itu artinya Damai. Damai lebih dari sekedar kata bahagia dan sejahtera serta merdeka. Dan bahagia, sejahtera serta merdeka itu kondisi peace of mind and heart. Bagaimana kita bisa sampai dalam kondisi yang damai baik pikiran maupun perasaan? Jawabannya ada satu kata, yakni ; bersedia/pasrah (wustho). Orang yang sudah mengerti betul tentang hidup dan kehidupan (mikro kosmos dan makro kosmos) yang hadir hanyalah rasa damai yang tak berkesudahan. Itulah yang dimaksud oleh orang barat dengan kata WISDOM and HEAVEN (kedamaian dan syurga).
Jadi orang yang telah belajar dari kehidupan dan semesta, serta telah mengerti (understand not knowledge) islam secara kaffah/menyeluruh-lah yang akan sampai pada maksud bahwa islam/damai itu rahmat bagi seluruh semesta alam. Tidak ada agama yang paling benar kecuali mereka yang telah beragama dengan menyeluruh (islam kaffah). Bagimu agamamu dan bagiku kamu saudaraku.
Wahono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah meninggalkan jejak dilapak ane, tunggulah kunjungan balik ane ke lapak agan-agan semua.. Salam Rahayu dan Salam waras. Wahono Secret