Ada jargon yang menyebutkan prestasi olahraga bisa menjadi salah satu indikator kemajuan suatu negara. Untuk skup lebih sempit, bisa juga indikator kemajuan suatu daerah. Apakah jargon itu tepat untuk menggambarkan Kabupaten Banjarnegara?. Tolok ukur prestasi olahraga kabupaten adalah di pekan olahraga provinsi.
Banjarnegara selalu di papan atas multievent Jateng. Pada Tahun 2005 urutan 7, Tahun 2009 Peringkat 12, Tahun 2013 di 12, 2018 di 13 dan 2023 melejit naik 5 tingkat ke peringkat 9. Itu artinya di bidang olahraga prestasi, kabupaten dawet ayu berada di posisi yang tak bisa dipandang remeh Alias Kaleng kaleng, dalam persaingam dengan 34 daerah lain di Jateng.
Kalau memakai jargon di atas bahwa kemajuan olahraga menjadi gambaran kemajuan suatu daerah, maka posisi Banjarnegara berada di papan atas dalam peta di Jawa Tengah. Apakah benar demikian?, Mari kita lihat statistik berikut. Dari sisi sarpras olahraga, Banjarnegara justru terhitung minim, jika dibandingkan dengan pencapaian para atlet di Porprov.
Gedung olahraga yang Representatif juga belum ada. Fasilitas olahraga masih terbatas sekali. Di sisi lain, dari sisi perekonomian, upah minimum kabupaten (UMK) Banjarnegara tahun 2023 Rp 1.958.169.69, terkecil dibanding 34 daerah lain di Jateng, sehingga berada di urutan ke 35 atau terbawah. RAPBD 2023 Rp 2,2 T. Angka ini juga bukan tergolong peringkat atas.
Gemrabadd !!
Mengapa dengan kondisi minimalis olahraga Banjarnegara mampu meraih prestasi maksimalis. Itu karena semangat dan motivasi para atlet luar biasa, di bawah bimbingan para pelatih, pembina, dan dukungan Pemerintah daerah, tentunya. Saya mengistilahkan itu dengan kata "gemrabad". Yaitu suasana kondusif, semangat,dan bekerja dengan tidak melihat waktu, tak terpengaruh kondisi yang sebenarnya minimalis.
KONI Banjarnegara bekerja keras menghidupkan olahraga sampai pelosok, dengan membentuk komite olahraga kecamatan ( KOK) Upaya itu mendapat sambut luar biasa. KOK semangat sekali menggairahkan olahraga di masyarakat, dengan menggelar event 2, yang bisa memancing keterlibatan Puluhan ribu masyarakat Banjarnegara di desa desa. Dengan bantuan hanya Rp 12, juta setahun tiap KOK, sudah banyak sekali event yang digelar.
Tak hanya itu, upaya KONI memotivasi pemerintah dan warga di desa2 untuk memajukan dunia olahraga juga membawa hasil. Tak kurang dari 16 desa membangun gedung olahraga. Pejawaran, Tapen, Pagedongan, Sipedang, Paseh, Gunung giana, Ampelsari, dll Tak hanya itu, beberapa Pengkab mengadakan pelatihan cabang olahraga, juga Desa desa tertentu, dengan mendatangkan pelatih dari luar daerah dg Lisensi Nasional. Dengan demikian, aktivitas memajukan olahraga tak hanya dilakukan di kalangan atlet, tetapi juga masyarakat luas.
Inilah semangat Olahraga yang sebetulnya kalau di kelola dg baik akan bisa menggetarkan sendi sendi ekonomi, sendi sendi wisata dan Sendi sendi Persatuan juga persaudaraan. Beberapa fasilitas olahraga mulai dilirik untuk membangkitkan gairah kota Banjarnegara, ada Venue Sepatu roda yg bisa melibatkan ratusan anak anak Banjarnegara untuk berolahraga, venue renang yg dipandang akan mendatangkan keuntungan ekonomi yang tinggi semoga pemerintah daerah dg stake Holder terkait akan jeli dalam melihat peluang ini,
GOR kebanggaan sebuah daerah juga perlu dan penting dibangun untuk membangkitkan event event skala regional dan Nasional , seperti kejuaraan Nasional berbagai cabang olahraga, Banyumas punya GOR Satria, Purbalingga punya Guntur Daryono, Cilacap punya GOR Wijaya Kusuma, temanggung punya GOR Bambu runcing, Pekalongan punya GOR Kolopaking
Banjarnegara Hanya punya GOR pemuda terletak di Pasar Wage , walaupun Namanya GOR pemuda tapi kondisinya kurang layak perlu sentuhan pemerintah daerah. Mimpi masyarakat Banjarnegara kedepan Banjarnegara menjadi salah satu kota olahraga yg mendukung ekonomi Pendidikan, dan kesehatan !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah meninggalkan jejak dilapak ane, tunggulah kunjungan balik ane ke lapak agan-agan semua.. Salam Rahayu dan Salam waras. Wahono Secret